MAGETAN – Komitmen anggota DPRD Magetan patut dipertanyakan. Saat ratusan guru yang tergabung dalam Forum Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap (FGTT/PTT) sekolah swasta mendatangi kantor wakil rakyat, para anggota dewan justru menghilang. Ditunggu hingga dua jam, tak seorang pun unsur pimpinan atau anggota bersedia menemui mereka. “Kami sangat kecewa, padahal kami sudah memberitahu sebelumnya,” terang Joko Purnama, ketua FGTT/PTT setempat, kemarin.
Diungkapkan, sebelumnya FGTT/PTT telah memberitahu pimpinan dewan untuk melakukan hearing. Namun, secara mendadak pimpinan dewan membatalkan acara tersebut dengan alasan yang tidak jelas. “Kami juga sudah kontak dengan anggota komisi I dan katanya siap. Tapi ternyata hingga siang tak muncul juga,” keluh Joko.
Yang lebih disesalkan kalangan GTT/PTT swasta adalah sikap pimpinan dan anggota dewan yang terkesan acuh. Padahal, pimpinan dan anggota dewan banyak yang masuk kantor. Tapi tak satu pun yang mau menemui para guru yang sudah menunggu di aula gedung DPRD. “Sebenarnya kami puas jika mereka menemui dan menyatakan belum siap dan kapan mengagendakannya. Tidak seperti ini,” tandasnya.
Ketua DPRD Magetan H Prayogo Prayitno ketika dikonfirmasi membenarkan telah menerima surat permohonan hearing dari GTT. Hanya saja, lantaran anggota dewan sedang sibuk membahas persiapan LKPJ APBD 2007, maka pihaknya meminta menunda hearing. “Sebelumnya sudah kami beritahu kalau dewan belum siap karena jadwal yang padat. Kalau dia ngotot datang ke sini, ya jangan salahkan kami,” kilahnya.
H Nur Hamid Ketua Komisi I DPRD setempat juga membenarkan hal itu. Menurutnya, pihaknya menyanggupi hearing dengan GTT/PTT. Hanya saja, lantaran ada agenda mendesak pihaknya menunda acara itu. “Ya nanti kita jadwal ulang, karena agenda kita memang sangat padat,” katanya singkat. (dhy)


Recent Comments