Obsesi Bangun Jet Tempur Tempur F-16

19 03 2008
116.jpgInspirasi modifikasi bisa datang dari mana saja. Namun, apa yang dilakukan Gede Sutawan cukup unik. Dia mengaku sangat terpengaruh pesawat tempur F-16 saat akan merombak Honda Genio lansiran 1993 miliknya.


Untuk langkah awal, Ujo -sapaan akrab Gede Sutawa- merombak bagian eksterior. Dia ingin menunjukkan kesan F-16 lewat pemasangan body kit yang serbaruncing. Agar terlihat lebih padat, rumah modif NDM ditunjuk untuk mengerjakan wide body sebanyak 15 cm. Bagian belakang ditambah GT wing full carbon.

Mahasiswa kedokteran UWK itu membalur bagian tubuh mobilnya dengan warna Amatis Black metalik. Penggunaan pernis Sikens menambah kesan bling-bling pada mobil yang mengadopsi kap mesin transparan tersebut.

Beralih pada sektor kaki-kaki, Ujo memilih velg Fabolus 19 inci dibalut ban Falken Azenis. Untuk roda depan, dia memakai ukuran 215 x 35 19 inci. Sementara roda belakang, digunakan 225 x 35 19 inci.

Ujo memang mendambakan mobilnya tampak lebih membumi. Untuk mewujudkan itu, dia memasang shock breaker merek Jamex yang dipotong 3 ulir pada bagian depan dan 2 ulir untuk belakang. Mobilnya pun tampak lebih membumi daripada tampilan sebelumnya. Untuk mengontrol kecepatan, cowok asli Lombok tersebut mengadopsi rem ABS double piston. Dia menggunakan merek Brembo.

Rubahan paling menonjol terjadi pada bagian pintu. Ujo memasangkan pintu model gull wing. Pintu dapat terbuka ke atas hingga kemiringan 90 derajat. Semua pengerjaan diselesaikan bengkel NDM.

Sang pemilik memang sangat terinspirasi F-16 untuk memodifikasi mobil itu. Namun, bukan berarti bagian dapur pacu dirombak ekstrem. Ujo hanya memasangkan strut bar Mugen dan kabel busi merek Huricane. Pada saluran gas buang, dia memasangkan silincer replika produk buatan Jepang merek Tanabe.

Bukan hanya eksterior yang dipoles habis. Bagian kokpit mobil itu juga nggak luput dari sentuhan rubahan. Sebuah head unit Vidiq 738 terpasang rapi di dasbor bermotif karbon. Pada sektor pemanja telinga, dipilih speaker spilt Venom 6X.

Speaker tersebut juga terpasang pada bagian belakang. Agar sistem audio itu bisa berfungsi dengan baik, ditanamkan kapasitor bank intersis 2.0 farat serta power Venom 4100 empat channel dan merek The Punch empat channel.

Ujo juga tidak mau egois hanya melakukan rombakan di sana-sini. Dia juga memperhatikan kenyamanan penumpang. Untuk itu, dia membungkus ulang jok standar dengan bahan semikulit buatan MB Tech. Cat motif karbon kevlar dilaburkan pada panel interior dan door trim.

Bagian pemantau kecepatan dipercayakan Ujo pada spidometer indiglo serta sebuah takometer merek Auto Gauge. Pemasangan itu juga disertai dengan indikator oil press, water temprature, dan volt aki produk Auto Gauge Black.

Ujo menghabiskan waktu sekitar enam bulan untuk total pengerjaan. Namun, dia tidak pernah mendaftarkan mobilnya ikut kontes. “Pacarku nggak kasih izin buat ikut ajang modif,” curhatnya. (zra/kkn)


Actions

Information

Leave a comment