Utak-atik Montir Pribadi

21 03 2008
118.jpgBelajar Perbaiki Sendiri Barang Rusak

Berada di dunia sihir Harry Potter kelihatannya menyenangkan. Pengin sesuatu, tinggal lambaikan tongkat sihir. Namun, ada satu hal yang bisa bikin jutek. Apa itu? Jualan obeng. Dijamin, warga dunia sihir lebih suka mengucapkan “reparo” daripada membeli barang daganganmu. Apalagi kalau digunakan untuk memperbaiki barang-barang. Itu di dunia sihir. Gimana di dunia muggle, ya?

Weiitss… tunggu dulu. Para responDet kayaknya nggak butuh tongkat sihir. Apalagi untuk memperbaiki barang yang rusak. Bahkan, nggak perlu jadi ahli servis atau montir.

Buktinya, sebanyak 58,5 persen responDet memperbaiki barangnya yang rusak dengan tangannya sendiri. Bahkan, sebanyak 76,6 persen berhasil memperbaiki barangnya dengan hasil memuaskan (baca: jadi lebih baik). Wah, wah… lebih hebat daripada Harry Potter, dong ya…

Eliyandi Zahrauddin Muhammad adalah salah seorang di antaranya. Pelajar SMA IPIEMS itu jago memperbaiki motor sendiri. Bahkan, kebiasaan tersebut dijalaninya sejak SMP. Biasanya, Eli beraksi kalau busi motornya kotor atau filter bensinnya macet. Bahkan, Eli punya cara khusus mengetahui bagian mana yang rusak.

“Salah satunya nih, kalau selang bensinnya dilepas, trus bensinnya keluarnya nyandet-nyandet, berarti filter bensinnya kotor. Nah, kalau udah gitu, cukup disemprot pakai pompa angin. Kotorannya bakal keluar semua,” ujar Eli.

Rupanya, Eli belajar cara-cara tersebut dari sang ayah. Dengan cara ini, dia ingin sedikit belajar mandiri. Jadi, nggak perlu buang uang untuk ke bengkel. “Duitnya malah bisa aku tabung untuk beli yang lain,” ujarnya.

Nggak cuma cowok lho yang bisa memperbaiki barang. Cewek juga nggak mau kalah. Naomi Fardari Arfa dari SMKN 8 buktinya. Dia punya hobi mendengarkan radio. Tapi, apa daya suatu hari radio kesayangannya rusak. Naomi nggak mau tinggal diam dan menunggu sang pangeran tukang servis datang.

Iseng-iseng Naomi mengutak-atik radio itu sendiri. Siapa tahu bisa diperbaiki. Eh, usahanya berhasil. Ternyata, kerusakannya cuma simpel. Ada salah satu kabel yang putus. “Nah, zaman SMP dulu kan ada pelajaran elektronika, tuh. Ya… seenggaknya aku tahulah cara menyolder,” ujar Naomi semangat.

Untungnya sih, utak-atik Eli dan Naomi berhasil. Nah, kalau barangnya jadi semakin rusak? Ary Trisia Nova dari SMP Yapita pernah mengalami. Nova -sapaan akrabnya- pernah mencoba berbagai cara membetulkan sendiri ponselnya yang mati alias rusak.

“Baterainya drop. Jadi, baru beberapa jam udah mati-mati sendiri gitu. Aku coba semampuku membetulkan. Mulai aku charger selama delapan jam nonstop hingga dimatiin seharian. Tapi, bukannya bener, eh malah mati ti ti…” curhat Nova. Kacian…

Karena ponselnya semakin rusak, Nova pun menyerah. Dibawalah gadget komunikasi itu ke tukang servis. “Kayaknya, emang aku nggak berbakat masalah benerin barang yang rusak. Abisnya, nggak ngerti caranya sih, hehe…” ucapnya jujur.


Actions

Information

Leave a comment